Peran Pendidikan dalam Menghadapi
Masyarakat
ASEAN Economic Community (AEC) 2015
ASEAN Economic Community (AEC) yang akan
didirikan pada tahun 2015 diharapkan dapat meningkatkan daya saing agar dapat
lebih baik, dengan mengubah kelompok okonomi menjadi pasar dan basis ekonomi
tunggal. AEC memiliki 5 dasar sebagai tujuannya, yaitu :
1. Aliran
bebas barang
2. Aliran
bebas jasa
3. Aliran
bebas investasi
4. Aliran
bebas modal
5. Aliran
bebas tenaga kerja trampil
Pada Saat ASEAN Economic Community (AEC)
mulai diberlaukukan, ada lebih banyak lagi tenaga kerja yang saling
berkompetisi, merebut lapangan kerja seluas - luasnya diantara negara – negara,
terutama lapangan pekerjaan local dinegara itu sendiri atau negara dimana para
tenaga kerja itu berada. Tentu bagi kerja yang memiliki kompetesi kerja yang
lebih tinggi akan memiliki kesempatan untuk mendapat keuntungan dalam ekonomi
yang lebih banyak dengan adanya AEC.
Sehingga kita dapat menyadari, bahwa
pendidikan, khususnya pendidikan tinggi mempunyai peran yang sangat penting
dalam mendukung pembentukan AEC dan dalam mempersiapakan masyarakat Indonesia
untuk bisa menghadapi integrasi regional. Pendidikan sebagai salah satu hal yang paling penting, maka dari itu pendidikan
tentang segala hal mengenai AEC dan hal yang nantinya akan
menjadi bekal para tenaga kerja agar lebih bisa menghadapi AEC tahun 2015 ini
lebih percaya diri dan tidak merasa tertinggal karena sudah ada bekal yang dia
miliki. SDM di Indonesia dinilai belum sepenuhnya siap dalam menghadapi ASEAN
Economic Community (AEC) , perlu sekali pendidikan tentang ketenaga kerjaan
yang harus dimiliki oleh para tenaga kerja agar dapat bersaing, maka dari itu
SDM di Indonesia harus diasah, diperkuat, dan ditingkatkan dengan cara mengembangkan
keterampilan yang dimiliki oleh para tenaga kerja atau para calon tenaga kerja
(pendatang baru seperti lulusan mahasiswa atau pelajar). Semua itu dibutuhkan
karena para tenaga kerja terlatih, lebih utama dibandingkan dengan para tenaga
kerja terdidik tanpa pelatihan yang mantap. Karena keterampilan yang terlatih
itu lebih menjamin suatu keberhasilan dibandingkan dengan SDM yang terdidik saja.
Maka dari itu Indonesia perlu menanamkan sifat kerja terlatih yang harus
dimiliki para tenaga kerja dan para pekerja lainnya agar mampu bersaing dan
tidak menjadi korban AEC karena ketidakmampuannya sendiri.
Saat
ini lembaga pendidikan tinggi didorong untuk dapat menghasilkan lulusan
berkualitas internasional yang dilengkapi dengan keterampilan profesional,
keterampilan bahasa dan keterampilan antar budaya. Liberalisasi
perdagangan jasa pendidikan merupakan kesempatan bagi lembaga - lembaga
pendidikan tinggi untuk menyambut mahasiswa asing terutama dari negara - negara
anggota ASEAN. Namun, pada dasarnya institusi pendidikan tinggi harus
meningkatkan kualitas fakultas, kurikulum dan fasilitasnya untuk memenuhi
standar internasional. Selain itu, pendidikan tinggi juga dituntut dapat
mengembangkan keterampilan baik dengan kerja sama dengan institusi atau pihak
lain maupun dengan pengembangan unit kegiatan mahasiswa. Sehingga diharapkan
dapat tercipta SDM yang terdidik dengan keterampilan yang terlatih sehingga
dapat bersaing dengan SDM antar negara ASEAN lainnya.
Jadi,
AEC harus menjadi acuan dalam dunia pendidikan untuk berusaha menghasilkan para
tenaga kerja terlatih.
Dikutip dari beberapa sumber.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar